Deepfake: Teknologi Canggih Ngeri untuk Membuat Hoaks!
Jaman makin hebat, begitupun dengan perubahan tehnologi yang demikian cepat. Karena sangat canggihnya, sekarang segala hal seakan gampang untuk diakali. Serta, lama-lama kita makin kesusahan memperbedakan mana hoax serta mana bukti.
Tahukah kamu, ada tehnologi baru namanya deepfake? Tehnologi berdasar kepandaian bikinan ini sering digunakan untuk bikin hoax. Silahkan ketahui deepfake bertambah dalam supaya kita tidak tertipu!
Deepfake pertama-tama dicetuskan di tahun 2017. Ini adalah tehnik eksperimen atau sintetis citra manusia memakai tehnologi kepandaian bikinan. Deepfake dilaksanakan dengan menyatukan gambar atau video orisinal dengan gambar atau video yang ingin diakali.
Karena kekuatannya ini, deepfake seringkali digunakan untuk tindak kejahatan seperti membuat video porno selebriti atau tokoh publik, revenge porn, kabar palsu atau dipakai untuk tipuan jahat.
Cukup banyak selebriti atau tokoh publik sebagai korban deepfake. Salah satunya ialah Daisy Ridley serta Gal Gadot. Korban yang lain ialah Emma Watson, Katy Perry, Taylor Swift sampai Scarlett Johansson. Beberapa selebriti wanita biasanya dibuat sasaran deepfake yang terkait dengan pornografi.
Mencari Situs Terbaik dan Terpercaya Sabung Ayam Tentunya adegan-adegan di deepfake itu tidak riil serta selekasnya dibantah oleh beberapa selebriti itu. Scarlett Johansson menjelaskan jika dianya serta public figure yang lain sudah mempunyai nama besar akan dilindungi oleh kepopuleran mereka, hingga publik tidak demikian saja yakin. Tapi, deepfake akan mencelakakan buat wanita yang kurang populer serta dapat menghancurkan popularitasnya dalam waktu cepat mata.
Korban deepfake bukan hanya tiba dari golongan selebritas, dan juga dari golongan politikus! Contohnya, muka Presiden Argentina, Mauricio Macri yang ditukar dengan muka Adolf Hitler. Atau muka Angela Merkel yang ditukar dengan Donald Trump. Jika susah untuk memikirkan bagaimana deepfake kerja, cukup pikirkan 2 orang yang mukanya ditukar dengan face-swap, tetapi dengan hasil bertambah halus.
Beberapa politikus ini photo serta videonya diedit demikian rupa dengan beberapa fakta. Kecuali untuk bentuk hinaan, olok-olok atau ejekan, deepfake digunakan untuk bentuk protes. Ketua Komite Intelijen Rumah Amerika Serikat menyebutkan deepfake untuk "...kabar palsu murah yang benar-benar gampang dibikin."
Ingin tahu, software apakah yang digunakan untuk bikin deepfake? Mundur ke tahun 2018 yang lalu, aplikasi FakeApp dikeluarkan. Dengan aplikasi ini, pemakai dapat mengubah serta mengganti muka antar orang dengan output berbentuk video.
Aplikasi ini memakai algoritma serta tehnologi spesial. Aplikasi yang lain sama ialah DeepFaceLab, FaceSwap serta myFakeApp. FakeApp, contohnya dapat membuat rekonstruksi muka yang tepat serta mengaplikasikannya dalam video atau gambar bergerak.
Apa dampak deepfake pada korban? Pertama, kecurangan gambar serta video memakai kepandaian bikinan dapat beresiko. Seperti pornografi deepfake yang mempunyai tujuan untuk membuat malu sasarannya. Disamping itu, deepfake dipakai untuk tipuan tertarget serta balas sakit hati (revenge porn).
Deepfake dapat juga memberikan ancaman rekam jejak, citra serta integritas seorang. Ditambah lagi bila deepfake yang dibuat nampak real serta seperti dengan aslinya. Deepfake yang sudah terburu menyebar dapat memberikan ancaman posisi serta pekerjaan seorang.
Sebab punyai dampak bikin rugi, apa deepfake dapat ditindak hukum? Negara sisi AS, Virginia, ialah tempat pertama yang larang pornografi berbasiskan deepfake. Virginia dengan cara sah memperlebar larangan pornografi non-konsensual, termasuk juga deepfake yang disebut hasil olah imaji melalui tehnologi computer.
Semenjak tahun 2014, Virginia sudah larang penebaran gambar telanjang atau video dengan arah memaksakan, berbuat tidak etis atau mengintimidasi seseorang. Ini menyalahi ketentuan pelanggaran mudah kelas 1 yang dapat dijatuhkan hukuman penjara sampai 12 bulan serta denda sampai US$2.500 (atau seputar Rp35 juta), tegas situs The Verge.
Pada dasarnya, menantang kejahatan deepfake tidak jauh tidak sama dengan menantang hoax serta kabar palsu. Pertama, jangan gampang yakin dengan info yang tersebar. Tetap tekankan kebenarannya berkali-kali dari beberapa sumber paling dipercaya.
Disamping itu, jangan gampang untuk menebarkan suatu hal yang kita belum kenali kebenarannya. Sebab ini nanti dapat mencelakakan diri kita serta seseorang. Jika dapat, kerjakan edukasi berkaitan deepfake pada keluarga atau orang paling dekat.
Nah, itu kelompok bukti tentang tehnologi deepfake yang sedang beredar banyak. Mudah-mudahan info ini berguna, ya!
